Judul
Buku : Sheila Kenangan yang Hilang
Pengarang : Torey Hayden
Penerjemah : Rahmani Astuti
Penerbit : Qanita Mizan Pustaka
Terbit : Edisi baru, Cetakan
I, Agustus 2009
Cetakan II, November 2009
Tebal : 445 halaman dan 9 halaman bebas
Sheila, Kenangan yang Hilang adalah
sebuah novel yang diceritakan berdasarkan kisah nyata dari sang penulis,
sebagai seorang psikoterapis yang selalu berhubungan dengan anak-anak penderita
gangguan mental. Novel ini merupakan buku kedua dari novel sebelumnya yang berjudul
Sheila, Luka Hati Seorang Gadis Kecil.
Novel terjemahan karya Torey Hayden
ini sudah dicetak berulang kali dengan bahasa yang berbeda-beda. Bahkan, novel
yang sebelumnya pun telah melalang buana dalam 23 bahasa. Keberhasilan buku ini
tak lain juga dikarenakan ‘isi’ dari hasil karya cipta seorang Torey Hayden.
Banyak sekali kesan positif yang
ditampilkan dalam buku ini dan terasa memiliki kesan yang begitu mendalam.
Begitu kuatnya kesan yang mendalam, sikap dan tanggapan yang diberikan pembaca
sangatlah bagus.
“Torey memiliki kekuatan yang luar biasa dalam
mengelola alur cerita.” Seperti itulah yang disebutkan dalam Koran Tempo.
Selain itu, Library Journal pun menanggapi,” Buku ini bukan hanya menarik
sebagai sebuah biografi mengenai anak yang sangat terganggu secara emosional,
melainkan juga sebagai penggambaran kerja seorang psikolog.”
Isi dari novel ini sebenarnya
tidak jauh berbeda dari novel yang sebelumnya. Dengan kata lain, novel ini
adalah lanjutan dari kisah Sheila, tentang seorang gadis kecil berumur 6 tahun
yang baru saja membakar anak lelaki berusia 3 tahun sampai nyaris mati, gadis
yang menderita problem emosional yang parah dan tidak bisa menangis, agresif
dan selalu membangkang.
Sheila
dan Torey berpisah saat masa-masa tahun ajaran sudah berakhir. Dan itu terjadi
sudah lama sekali, sekitar 7 tahun lamanya. Kini, gadis berusia empat belas
tahun itu bertubuh kurus, berambut keriting warna orange menyala dan bergaya
ala anak punk.Bila Torey Hayden tak berpapasan dengannya di jalan, dia tidak
akan pernah mengenalinya sebagai Sheila, gadis kecil berambut pirang lurus yang
dulu pernah menjadi muridnya. Tapi, itulah Sheila yang sekarang. Sheila setelah
berpisah dengan Torey selama 7 tahun.
Torey
menemukan Sheila dan ayahnya yang tinggal di sebuah kopel, yang setidaknya jauh
lebih baik dari pada tempat tinggal Sheila yang sebelumnya di perkampungan
imigran.
Pilu
melihat betapa kasih dan usahanya mengajarkan cinta kepada Sheila seolah tak
berarti apa-apa. Torey tetap tak mau menyerah meski Sheila tetap berbuat
seperti dulu, seperti seorang macan liar. Sheila kembali menculik seorang anak
lelaki, meski Sheila berkali-kali kabur darinya, meski Sheila masih menaruh
dendam kepadanya, meski Sheila tak mau mendengar kata-katanya dengan usaha
keras, kegigihan dan kasih sayang Torey, tetap membimbing Sheila.
Hari
demi hari mereka lewati bersama, setiap hari mereka berjumpa untuk pergi ke
tempat-tempat yang dahulu pernah mereka kunjungi, kini Sheila sudah berubah.
Hampir 10 tahun, telah berlalu, Sheila kini sudah jauh lebih dewasa daripada
ketika Torey pertama kali melihatnya, dia sekarang sudah bekerja di industri
makanan cepat saji, dengan otak bisnis yang sangat cerdik, dia kini menjadi
manager di cabangnya dan tidak lama lagi akan menjadi pemegang walab termuda di
Negara bagian ini.
Kelebihan
Kelebihan
dari novel ini adalah amanat yang disampaikan oleh Torey Hayden sangat luar
biasa bagi para pembaca, kita bisa terbawa alur yang ada didalam novel sehingga
setelah membaca novel ini, perasaan kita akan lebih menyayangi seorang anak,
lebih-lebih yang memiliki kekurangan. Kepada ahli psikologi di seluruh dunia,
disarankan untuk membacanya.
Kekurangan
Kekurangannya
yaitu alur cerita yang cenderung monoton, hampir kasus yang sama diceritakan
dalam setiap bab, banyak pula hal yang tak perlu diceritakan, namun dibahas
dalam novel ini sehinggga membuat bosan pembaca dan gambar pada sampulnya
kurang menarik.
Semoga Bermanfaat, :D