Rabu, 23 Januari 2013

FAST FOOD FOR CHILDREN


     Today, the parents began to be indifferent to what their child eats. They are more likely to buy fast food for their children. Though fast food bad for children’s  growth.
   First, fast food makes obesity. Fast food almost contains ‘zero’ nutritious value. It contains bit of vitamins, minerals, and mineral. But fast food is rich of sodium and the other harmful additive. It also contains high calories. Too much of consuming fast food can make an individual become overweight.
   Second, the additives in fast food are isolate for our body. They become a stranger in our digestive system. They turn into poison to our body. And finally our immune will decrease.
   Third, fast food contains MSG (Monosodium Glutamate). If childrens consume this additive too much, childrens  can get depression, asthma, allergy, stress, hypertension, and cancer. And,also it could lower the child's memory. This was due to the many preservatives that go into the body.
     Overall, eating too much fast foods is not good for us. It can make obesity, decrease our immune, and we can get many diseases. So it is better for us to decrease the consumption of fast foods. Children also have to get some physical activities to have healthier body.
     It's good for us to stop the bad habits of these parents. By the way are:
1. Take a moment to observe and prepare food for children
2. Avoid instant foods as much as possible and meminimaliskan consumption of instant food
3. Make a packed lunch for the children so that children do not snack at random
4. Keep an eye on every child's eating well and carefully


Sabtu, 19 Januari 2013

Sheila "Kenangan Yang Hilang"



Judul Buku    : Sheila Kenangan yang Hilang
Pengarang    : Torey Hayden
Penerjemah  : Rahmani Astuti
Penerbit        : Qanita Mizan Pustaka
Terbit           : Edisi baru, Cetakan I, Agustus 2009
                          Cetakan II, November 2009
Tebal            : 445 halaman dan 9 halaman bebas

            Sheila, Kenangan yang Hilang adalah sebuah novel yang diceritakan berdasarkan kisah nyata dari sang penulis, sebagai seorang psikoterapis yang selalu berhubungan dengan anak-anak penderita gangguan mental. Novel ini merupakan buku kedua dari novel sebelumnya yang berjudul Sheila, Luka Hati Seorang Gadis Kecil.
            Novel terjemahan karya Torey Hayden ini sudah dicetak berulang kali dengan bahasa yang berbeda-beda. Bahkan, novel yang sebelumnya pun telah melalang buana dalam 23 bahasa. Keberhasilan buku ini tak lain juga dikarenakan ‘isi’ dari hasil karya cipta seorang Torey Hayden.
            Banyak sekali kesan positif yang ditampilkan dalam buku ini dan terasa memiliki kesan yang begitu mendalam. Begitu kuatnya kesan yang mendalam, sikap dan tanggapan yang diberikan pembaca sangatlah bagus.
 “Torey memiliki kekuatan yang luar biasa dalam mengelola alur cerita.” Seperti itulah yang disebutkan dalam Koran Tempo. Selain itu, Library Journal pun menanggapi,” Buku ini bukan hanya menarik sebagai sebuah biografi mengenai anak yang sangat terganggu secara emosional, melainkan juga sebagai penggambaran kerja seorang psikolog.”
Isi dari novel ini sebenarnya tidak jauh berbeda dari novel yang sebelumnya. Dengan kata lain, novel ini adalah lanjutan dari kisah Sheila, tentang seorang gadis kecil berumur 6 tahun yang baru saja membakar anak lelaki berusia 3 tahun sampai nyaris mati, gadis yang menderita problem emosional yang parah dan tidak bisa menangis, agresif dan selalu membangkang.
Sheila dan Torey berpisah saat masa-masa tahun ajaran sudah berakhir. Dan itu terjadi sudah lama sekali, sekitar 7 tahun lamanya. Kini, gadis berusia empat belas tahun itu bertubuh kurus, berambut keriting warna orange menyala dan bergaya ala anak punk.Bila Torey Hayden tak berpapasan dengannya di jalan, dia tidak akan pernah mengenalinya sebagai Sheila, gadis kecil berambut pirang lurus yang dulu pernah menjadi muridnya. Tapi, itulah Sheila yang sekarang. Sheila setelah berpisah dengan Torey selama 7 tahun.
Torey menemukan Sheila dan ayahnya yang tinggal di sebuah kopel, yang setidaknya jauh lebih baik dari pada tempat tinggal Sheila yang sebelumnya di perkampungan imigran.
Pilu melihat betapa kasih dan usahanya mengajarkan cinta kepada Sheila seolah tak berarti apa-apa. Torey tetap tak mau menyerah meski Sheila tetap berbuat seperti dulu, seperti seorang macan liar. Sheila kembali menculik seorang anak lelaki, meski Sheila berkali-kali kabur darinya, meski Sheila masih menaruh dendam kepadanya, meski Sheila tak mau mendengar kata-katanya dengan usaha keras, kegigihan dan kasih sayang Torey, tetap membimbing Sheila.
Hari demi hari mereka lewati bersama, setiap hari mereka berjumpa untuk pergi ke tempat-tempat yang dahulu pernah mereka kunjungi, kini Sheila sudah berubah. Hampir 10 tahun, telah berlalu, Sheila kini sudah jauh lebih dewasa daripada ketika Torey pertama kali melihatnya, dia sekarang sudah bekerja di industri makanan cepat saji, dengan otak bisnis yang sangat cerdik, dia kini menjadi manager di cabangnya dan tidak lama lagi akan menjadi pemegang walab termuda di Negara bagian ini.
Kelebihan
Kelebihan dari novel ini adalah amanat yang disampaikan oleh Torey Hayden sangat luar biasa bagi para pembaca, kita bisa terbawa alur yang ada didalam novel sehingga setelah membaca novel ini, perasaan kita akan lebih menyayangi seorang anak, lebih-lebih yang memiliki kekurangan. Kepada ahli psikologi di seluruh dunia, disarankan untuk membacanya.
Kekurangan
Kekurangannya yaitu alur cerita yang cenderung monoton, hampir kasus yang sama diceritakan dalam setiap bab, banyak pula hal yang tak perlu diceritakan, namun dibahas dalam novel ini sehinggga membuat bosan pembaca dan gambar pada sampulnya kurang menarik.

 Semoga Bermanfaat, :D

Kamis, 17 Januari 2013

About Me


First of all, I just want to say,
"Welcome to My Blog! ^o^)/"
Here, I want to introduce my self,

My name is Candra, Im 16th years old,
Nothing special for me, I just an Otaku girls,
so, if you are an Otaku too, join this blog,please.
Nice to meet you! ^^
Have fun and join this blo
g,! :D